eJournal Ilmu Pemerintahan

Fisip Universitas Mulawarman

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK (Studi Kasus Di Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Muis Kota Samarinda) (Muhammad Rahman Hidayat)

Submitted by: ,
On: Mar 22, 2017 @ 1:33 PM
IP: 110.137.217.2

  • Judul artikel eJournal: EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK (Studi Kasus Di Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Muis Kota Samarinda)
  • Pengarang (nama mhs): Muhammad Rahman Hidayat
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Muhammad Rahman Hidayat, Efektivitas Implementasi Peraturan Walikota Nomor 51 Tahun 2012 Tentang Kawasan Tanpa Rokok di Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Muis Kota Samarinda di bawah bimbingan Bapak Prof. Dr. H. Adam Idris, M.Si dan Bapak Eddy Iskandar, S.Sos., M.Si. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas Implementasi Peraturan Walikota Nomor 51 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Moeis Kota Samarinda dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung efektivitas Implementasi Peraturan Walikota Nomor 51 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Moeis Kota Samarinda. Jenis penelitian yang dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, RS Moeis melakukan komunikasi kepada masyarakat mengenai Perwali tentang KTR di RSUD Moeis dengan memasang peringatan yang bertulis dilarang merokok dan memasang larangan-larangan merokok, seperti spanduk dan papan mading dengan tulisan ”Kawasan Tanpa Rokok” dan mencantumkan sanksi bagi si pelanggar serta dasar hukumnya. Sumberdaya dalam melaksanaan Peraturan KTR di RS I.A. Moeis masih kurang efektif karena tergolong rendahnya tingkat pengawasan yang dilakukan sumberdaya dari RSUD I.A Moeis. Disposisi RSUD I.A. Moies tidak ada. Semua dilakukan hanya dari pegawai dan security RSUD I.A. Moies. RSUD I.A. Moies tidak ada struktur birokrasi yang melaksanakan KTR. Faktor penghambatnya dari Dinkes yang sangat minim berkordinasi, tidak ada sosialisasi, kurangnya petunjuk atau tanda-tanda untuk menuju smooking area, kemudian faktor pendukungnya tersedianya smoking area, sosialisasi kepada masyarakat, pengunjung dan keluarga pasien di RS Moeis, adanya kerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta dalam menerapkan Perwali tentang KTR, memasang tanda-tanda/peringatan/larangan/merokok dan petunjuk untuk ke smooking area, adanya sanksi denda dengan nominal tertentu diterapkan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Efektivitas, Peraturan, Kawasan Tanpa Rokok
  • NIM: 1302025221
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Pemerintahahan
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Adam Idris, M.Si / Eddy Iskandar, S.Sos, M.Si
  • Nama eJournal: eJoournal Ilmu Pemerintahan
  • Volume: 5
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): Muhammad Rahman Hidayat (03-22-17-01-33-15).doc (136 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Muhammad Rahman Hidayat (03-22-17-01-33-15).pdf (487 kB)

18,001 total views, 26 views today