eJournal Ilmu Pemerintahan

Fisip Universitas Mulawarman

KOORDINASI LEMBAGA ADAT DAN LURAH BUDAYA PAMPANG DALAM PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL (STUDI KASUS PASAR DAYAK KELURAHAN SEMPAJA SELATAN KECAMATAN SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA) (RUTH YULIANI FELLIA)

Submitted by: , fellia, ruth
On:  Feb 26, 2021 @ 8:44 PM
IP: 125.160.66.33

  • Judul artikel eJournal: Koordinasi Lembaga Adat dan
    Lurah Budaya Pampang Dalam Pengelolaan Pasar
    Tradisional (Studi Kasus Pasar Dayak Kelurahan
    Sempaja Selatan Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda)
  • Pengarang (nama mhs):  Ruth Yuliani Fellia
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Koordinasi Lembaga Adat dan Lurah Budaya Pampang Dalam Pengelolaan Pasar Tradisional (Studi Kasus Pasar Dayak Kelurahan Sempaja Selatan Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan yaitu Ketua lembaga adat, Lurah Budaya Pampang, masyarakat Budaya Pampang serta pedagang pasar tradisional (pasar Dayak). Metode Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam teknik analisis data penulis menggunakan cara kondensasi data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Lokasi penelitian di desa Budaya Pampang Jalan Dahlia No.69 Sungai Siring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koordinasi lembaga adat, Lurah Budaya Pampang, maupun pemerintah Kota Samarinda telah berjalan dengan cukup baik. Dapat dilihat berdasarkan lima indikator pengukuran koordinasi seperti komunikasi, kesadaran pentingnya koordinasi, kompetisi partisipan, kesepakatan, komitmen dan insentif koordinasi, kontinuitas yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait baik itu dalam rapat pengelolaan pasar tradisional (pasar Dayak) sampai dalam tahap proses mewujudkan pasar tradisional (pasar Dayak). Terdapat faktor pendukung koordinasi yaitu, dukungan dari pemerintah Kota Samarinda yang selalu memberikan masukan dan arahan untuk membantu kelancaran kegiatan pengelolaan pasar tradisional (pasar Dayak) dan kerjasama antara lembaga adat dan aparatur pemerintah dalam melaksanakan koordinasi serta, antusias masyarakat dalam mewujudkan pasar tradisional (pasar Dayak). Sedangkan faktor penghambat koordinasi adalah kurangnya anggaran dana dalam proses pengelolaan pasar tradisional, dan waktu penjadwalan yang terkadang tidak sesuai, dan tidak dapat memperhitungkan waktu, dikarenakan ada pekerjaan lain dari pihak-pihak terkait yang tidak dapat ditinggal serta, faktor cuaca yang terkadang tidak mendukung dalam melaksanakan koordinasi..
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Koordinasi, pengelolaan, Lembaga adat, Pasar tradisional
  • NIM: 1602025010
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2016
  • Program Studi: Ilmu Pemerintahahan
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Burhanuddin, M.Si & Jauchar.B.S.IP, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Pemerintahan
  • Volume: 8
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2020
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): jurnal ruth yuliani felia 1602025010-terbaru (03-04-21-10-47-38).docx (30 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): jurnal ruth yuliani felia 1602025010-terbaru (03-04-21-10-47-38).pdf (199 kB)

57 total views, 1 views today